###Bag 1

Namaku Gudel,
Hari tanggal dan tahun lahirku emak tidak ingat
Yang jelas aku lahir saat bapak kalah judi
Terusir…
tanpa rumah dan tanpa pendidikan. . .


Yang emak lakukan hanya menangis dan mencakar
Yang bapak lakukan,
hanya mabuk dan menggampar
Sedangkan aku…
yang aku lakukan hanya mencatat dan merekam. . .

Betapa banyak orang tua yang tak bisa bersikap dewasa
Entah kenapa namaku gudel
Bapak bilang biar kuat,
tidak mudah sakit dan bisa diberi makan apa saja
terutama biar tidak menghabisakan banyak biaya

Anak seusiaku masanya bermain,
belajar, berkembang dan bermimpi menjadi presiden
Sedangkan aku,
masih saja mengadah di trotoar, di jalan-jalan, di stasiun dan pasar-pasar. . .

Itulah taman kanak-kanak bagiku
di mana aku memaknai kehidupan
Belajar mengerti betapa sulitnya memberi
dan betapa mudahnya mencuri

Jika boleh aku memilih orang tua,
tentu aku tidak memilih orang tua yang membiarkan anaknya berkembang menjadi binatang,
orang tua yang hanya mengisi materi dan melupakan nilai,
orang tua yang membangun kerakusan akan dunia dan melupakan mengisi hati yang kosong dan hampa,
yang hanya mengisi kepala dan lupa mengisi jiwa

Jika di izinkan aku memilih untuk tidak di lahirkan. . .

###Bag 2

Ya, aku Gudel
Semak belukar ilalang dan rerumputan liar. ..
Penjara adalah rumah dan sekolahanku,
dimana aku belajar dan berkembang. . .

Tempat di mana aku memperbaiki segala kesalahan,
menyempurnakan setiap rencana dan tindakan,
tempat dimana aku mempelajari satu demi satu keterampilan,
memahami tabiat manusia dan mengerti cara menaklukkan. . .

Untuk bisa kaya, kamu harus berani mengambil,
Untuk bisa berkuasa,
kamu harus belajar untuk tega,
ya kamu harus belajar untuk tega. . .

Setiap kali aku keluar dari penjara,
aku merasa jadi sarjana,
semakin pintar dan menakutkan. .

###Bag 3

Ya aku Gudel
Sarjana alam semesta. . .
Sekolahanku, trotoar, terminal, pasar dan manusia. . .
Sekolah bagiku tak lebih dari penjara,
dimana ilmu pengetahuan terkurung di dalam buku-buku pelajaran
yang telah dirancang dan ditetapkan untuk mencari keuntungan. . .

Alangkah menjemukan tahun-tahun menunggu gelar kesarjanaan
Akhirnya toh tetap juga menjadi pengangguran. . .
Jangan andalkan sekolahan membentuk moral anakmu!!
Sekolahan hanya tak lebih dari lapangan penghidupan
tempat para guru menandatangani absensi untuk menerima gaji. . .

Urusan moral, bukan urusanku,
baik dan buruk, bukan wewenangku. . .
Tugas telah aku penuhi,
gaji telah aku kantongi. . .

Ya akulah Gudel, guru abad ini
yang mengerti dan paham kondisi. . .
Dimana tempat menguntungkan,
disitulah aku bersemayam. . .

###Bag 4

Hey masih ingat aku?
Aku gudel, masih tetap Gudel. . .
Jangan tertipu dengan penampilan
Sorban, bukan tanda kalau dia kyai,
jilbab, bukan tanda kalau dia sholihah,
peci, bukan ukuran kealiman seseorang,
sarung, bukan tanda kalau dia santri. . .
Ini hanya alat bagaimana menaklukkan, retorika kekuasaan. . .
gaya politisi memperoleh suara. . .

Aku Gudel, ya wakilmu di parlemen. . .
Aku buat program kerja bagaimana mengerup keuntungan
Aku rancang cara bagaimana mengerup kekayaan. . .
Aku susun taktik bagaimana mempertahankan kekuasaan. . .ya, kekuasaan. . .

Begitulah kira-kira tugas anggota dewan
Jangan tanya nasionalisme padaku, sebab aku hanya gudel
Apalagi idealisme mensejahterakan masyarakat. . .
Ingat sekali lagi aku hanya gudel
Jangan tuntut aku pemerataan keadilan
Ingat sekali lagi aku hanya gudel, jangan tuntut aku macam-macam !
Ingat. . .aku hanya Gudel, semak belukar, ilalang dan rerumputan liar. . .

Maka, jika engkau kebetulan menemukan orang baik di pemerintahan,
ia hanya buih, ya hanya buih. . .
Sebab, mayoritas wakil kita di pemerintahan, gudel-gudel juga sama seperti aku. . .

Maka, jika engkau teraniaaya, tidak mendapatkan pelayanan yang layak,
mendengar kecurangan-kecurangan atau mendengar idolamu korupsi. . .
Ingat pesanku dan katakana dalam dirimu, ah mereka hanyalah gudel,
ya hanya gudel. . .
semak belukar, ilalang liar,
tanpa moral,  tanpa ruh perjuangan. . .

Leave a Reply